oleh

Viral! Menelisik Kisah Mistis di Gunung Sangkur Banjar

Beberapa warga masih yakin pada beberapa hal gaib, mistis, atau semua tipe yang bau tahayul. Ditambah lagi buat mereka yang suka melakukan aktivitas tempuh rimba di gunung atau rimba, seperti dalam pendaki, pelacak, atau offroader.

Keyakinan mereka pada dunia mistis umumnya ada sebab narasi dari rekan atau beberapa orang yang pernah merasakan mengenai dunia gaib. Hingga tidak bingung jika di beberapa tempat seperti gunung serta rimba seringkali diketemukan tulisan-tulisan himbauan, seperti jangan mengatakan sompral (sombong), dilarang lakukan maksiat, atau himbauan yang lain.

Bila melanggar, umumnya akan ada mengakibatkan. Termasuk larangan mengotori rimba atau mengotori beberapa hal yang lain yang berada di rimba, seperti yang biasa terpajang pada batang-batang pohon besar di rimba.

Di Kota Banjar sendiri ada rimba atau gunung yang populer dengan keangkerannya. Tempat itu ialah Gunung Sangkur. Beberapa warga yakin jika Gunung Sangkur yang ada di daerah Kecamatan Pataruman, Kota Banjar ini benar-benar angker. Serta, banyak warga yang mengatakan Gunung Sangkur adalah tempat atau pusatnya kerajaan Jin.

Baru saja ini, warga Banjar, terutamanya masyarakat Desa Mulyasari, sempat digemparkan dengan hilangnya Bonar (47), masyarakat Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Bonar hilang sepanjang tiga hari tiga malam di Gunung Sangkur. Banyak masyarakat menyangka hilangnya Bonar karena dibawa makhluk gaib yang menempati salah satunya keramat di gunung itu.

Sebelum berlangsung hilangnya Bonar, di tanjakan Curug Taneuh yang tempatnya ada di kaki Gunung Sangkur, sering mengonsumsi korban, serta sampai wafat. Seperti yang berlangsung waktu lalu, ada satu minibus terjerumus masuk jurang sampai tewaskan dua orang penumpangnya. Kecelakaan itu disangka karena sang sopir terganggu makhluk ghaib.

Banyak sekali narasi mistis di gunung ini. Masyarakat juga banyak yang akui pernah lihat beberapa keanehan. Salah satunya lihat perkampungan misterius ditengah-tengah rimba yang mendadak ada lantas hilang , lihat ada pasar serta beberapa hal lain yang di luar logika manusia.

Pengalaman mistis semacam itu pernah dirasakan salah seorang anggota komune penggemar alam, Toto (29), seorang tenaga honorer di salah satunya lembaga di Kota Banjar. Waktu didapati Koran HR dalam tempat kerjanya, Selasa (23/01/2018), ia juga bercerita pengalaman mistisnya saat sedang menelusuri di Gunung Sangkur bersama dengan teman-temannya di komune penggemar alam.

“Pengalaman ini berlangsung tahun 2011, saat itu kami sedang menelusuri Gunung Sangkur. Waktu kami lewat dalam tempat keramat Batu Bangkis atau Batu Bangkong, salah satunya rekan kami ada yang mengatakan sompral dengan menyebutkan kata Bangkong. Tidak lama sesudah mengucap kata itu, mendadak terdengar suara petir menggelegar serta angin yang benar-benar kencang, walau sebenarnya pada saat itu cuaca sedang cerah,” katanya.

Sesudah insiden itu, Toto serta teman-temannya putuskan untuk kembali pada pemukiman masyarakat karena takut berlangsung beberapa hal yang tidak diharapkan. Sebab menurut mitos yang tersebar di warga seputar, bila melewati keramat itu janganlah sampai ucapkan kata ‘Bangkong.’ Jika ini dilanggar maka ada mengakibatkan.

Kuatnya mistis yang merasuki alam fikir beberapa pelacak dirasa Ridwan (30). Ridwan yang disebut anggota komune motor trail sempat juga tersesat di Gunung Sangkur dengan dua orang temannya.

Menurut dia, insiden itu dirasakannya saat lakukan survey jalan untuk pekerjaan trail adventure. Ridwan bersama dengan dua orang temannya tersesat waktu datang di pucuk gunung yang bersisihan dengan satu keramat.

“Kalau bercerita insiden ini saya tetap merinding. Saat itu kami cuma berputar saja dalam tempat itu, walau sebenarnya kami merasakan telah berjalan cukup jauh. Tetapi balik lagi ke tempat sebelumnya, serta persis tidak lihat jejak ban sisa beberapa offroader yang lain,” papar Ridwan.

Mujur, dia bersama dengan temannya dapat keluar dari tempat itu sesudah dengar suara adzan yang entahlah darimanakah sumbernya. Selanjutnya, mereka turun ikuti sumber suara adzan itu serta pada akhirnya dapat temukan kembali jalan ke arah huma serta perkampungan.

“Alhamdulillah, pada akhirnya kami dapat keluar dari dalam rimba sesudah dengar serta ikuti sumber suara adzan,” jelas Ridwan.

Keangkeran Gunung Sangkur juga disadari Wahyu (28), salah seorang penggemar budaya. Menurut dia, dia pernah bersama dengan teman-temannya berkemah di Gunung Sangkur. Sebab nyalinya cukup berani, Wahyu juga akui pernah berhubungan dengan makhluk ghaib yang berada di sana.

“Saya pernah berhubungan disana, makhluk ghaib yang berada di Gunung Sangkur tidak ingin terganggu oleh keributan yang dikerjakan manusia. Wilayahnya tidak ingin dikotori, seperti melakukan perbuatan mesum atau melakukan perbuatan maksiat dan beberapa hal lain yang tidak disukainya,” jelas Wahyu. (Hermanto/Koran HR)

Komentar

Berita Lengkap Lainya