oleh

Tentang Kemerdekaan



HastagNet  – Yunus bin Bukair ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran, yang di antara isinya berbunyi:

 أَمّا بَعْدُ فَإِنّي أَدْعُوكُمْ إلَى عِبَادَةِ اللّهِ مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَادِ وَأَدْعُوكُمْ إلَى وِلاَيَةِ اللّهِ مِنْ وِلاَيَةِ الْعِبَادِ 

“Amma ba’du. Aku menyeru kalian ke penghambaan kepada Allah dari penghambaan kepada hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian ke kekuasaan (wilâyah) Allah dari kekuasaan hamba (manusia)” (Ibn Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, v/553, Maktabah al-Ma’arif, Beirut)

Misi mewujudkan kemerdekaan hakiki untuk seluruh umat manusia itu juga terungkap kuat dalam dialog Jenderal Rustum (Persia) dengan Mughirah bin Syu’bah yang diutus oleh Panglima Saad bin Abi Waqash ra

Pernyataan misi itu diulang lagi dalam dialog Jenderal Rustum dengan Rib’i bin ‘Amir (utusan Panglima Saad bin Abi Waqash ra.) yang diutus setelah Mughirah bin Syu’bah pada Perang Qadisiyah untuk membebaskan Persia

Jenderal Rustum bertanya kepada Rib’i bin ‘Amir, “Apa yang kalian bawa?”

Rib’i bin menjawab,

“Allah telah mengutus kami. Demi Allah, Allah telah mendatangkan kami agar kami mengeluarkan siapa saja yang mau dari penghambaan kepada hamba (manusia) menuju penghambaan hanya kepada Allah; dari kesempitan dunia menuju kelapangannya; dan dari kezaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam…” (Ibnu Jarir ath-Thabari, Târîkh al-Umam wa al-Mulûk, II/401, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut)

Maka merdeka hakiki adalah lepas dari penghambaan terhadap hukum-hukum manusia, halal-dan halal manusia, menuju tauhid yang hakiki, yaitu penghambaan total pada Allah semata

Demikian makna kemerdekaan yang selalu diperjuangkan pendahulu kita, dan juga kita perjuangkan sekarang, yaitu merdeka menghamba pada Allah dalam segala segi kehidupan

Dengan menerapkan syariat Allah, syariat Islam

Komentar

Berita Lengkap Lainya