oleh

Ketahuilah Berbagai Penyebab Jantung Bengkak

HastagNet – Jantung di dalam tubuh manusia memiliki ukuran yang berbeda-beda. Anda bisa mengukur besar jantung Anda dengan melihat kepalan tangan. Sedangkan untuk berat jantung, diperkirakan mempunyai berat sebesar 280-340 gram pada laki-laki, dan 230 – 280 gram untuk perempuan. Jantung setidaknya berdetak 100 ribu kali setiap hari dan memasok darah untuk seluruh tubuh. Ketika darah tidak terpasok dengan baik dan terjadi gangguan pada jantung, maka Anda bisa mengalami jantung bengkak.

Apa itu kondisi jantung bengkak (kardiomegali)?

Jantung bengkak atau kardiomegali bukanlah suatu penyakit, tetapi adalah suatu gejala dan tanda dari suatu penyakit jantung yang dialami.

Terkadang, Anda bisa saja mengalami jantung yang membengkak karena sedang mengalami kondisi tertentu, seperti sedang hamil. Namun, lebih sering orang yang memiliki jantung bengkak, sedang mengalami penyakit jantung yang serius.

Jantung yang membengkak bisa disebabkan oleh kerusakan pada otot jantung. Hingga pada ukuran tertentu, jantung yang bengkak masih bisa berfungsi normal. Namun, tetap saja penurunan kemampuan fungsi jantung akan menurun.


Apa saja gejala dan tanda dari jantung yang membengkak?

Untuk beberapa kasus, jantung yang membengkak tidak menimbulkan gejala dan tanda apapun. Namun, ketika gejala tersebut terlihat dan muncul, hal ini mungkin akibat jantung tidak lagi bisa bekerja dengan normal dan efektif dan menyebabkan gagal jantung kongestif, berikut adalah gejala dan tandanya:

  • Masalah pada pernapasan.
  • Napas menjadi pendek, terutama ketika anda sedang beraktivitas.
  • Detak jantung tidak teratur, alias aritmia.
  • Terdapat bengkak di beberapa bagian tubuh. Pembengkakan ini disebabkan oleh akumulasi cairan pada bagian tersebut.
  • Jantung terasa berdebar-debar.
  • Kelelahan.

Apa yang menyebabkan jantung mengalami pembengkakan?

Hampir di semua kondisi, jantung bengkak disebabkan oleh penyumbatan darah serta tekanan darah tinggi yang kemudian mengganggu aliran darah jantung. Selain itu, masih ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan jantung membengkak, yaitu:

  • Katup jantung yang tidak normal.
  • Kehamilan, jantung bengkak terjadi ketika mendekati hati-hari kelahiran, disebut dengan kardiomiopati peripartum.
  • Penyakit dan gangguan ginjal.
  • Konsumsi alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan.
  • Infeksi HIV.
  • Genetik.

Penyakit dan kondisi yang menyebabkan jantung bengkak

Beberapa kondisi bisa menyebabkan jantung memgalami pembengkakan, seperti:

  1. Penyakit arteri koroner

Yaitu kondisi di mana terdapat lemak atau plak yang menyumbat pembuluh darah arteri koroner. Penyakit ini lebih sering disebut dengan aterosklerosis. Kondisi ini membuat pasokan oksigen menjadi berkurang ke jantung, sehingga bahan bakar untuk memompa darah tidak ada.

  1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Ketika orang mengalami hipertensi, maka jantung akan memompa darah lebih berat dibandingkan dengan orang yang memiliki tekanan darah normal. Hal ini akan membuat otot jantung menebal karena bekerja lebih keras.

  1. Kardiomiopati dilatasi

Adalah jenis yang biasa terjadi pada orang yang mengalami jantung bengkak. Dinding jantung – yang dikenal sebagai ventrikel atau bilik – menjadi tipis dan terlalu meregang pada kondisi ini. Hal tersebutlah yang membuat ukuran jantung semakin besar.

  1. Miokarditis

Miokarditis merupakan infeksi jantung yang disebabkan karena virus. Seseorang yang menderita penyakit ini pada awalnya memang terinfeksi virus, tetapi lama-kelamaan maka penyakit ini mengakibatkan seseorang tersebut mengalami gagal jantung kongestif.

  1. Penyakit pada katup jantung

Jantung bengkak bisa disebabkan katup-katup pada jantung mengalami gangguan, karena katup berfungsi untuk mencegah aliran darah mengalir melawan arus.

  1. Iskemik jantung

Yaitu kondisi di mana sel-sel jantung rusak dan akhirnya menurunkan aliran darah ke jantung. Hal ini dapat juga menyebabkan nyeri dada.

  1. Gangguan pada tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi untuk mengatur berbagai metabolisme tubuh. Jika gangguan ini tidak teratasi dengan baik maka bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, peningkatan kadar kolesterol, dan detak jantung yang tidak menentu atau aritmia.

  1. Obesitas

Terjadi ketika terdapat lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Orang yang obesitas rentan mengalami tekanan darah tinggi dan berbagai penyakit jantung.

  1. Umur yang bertambah tua

Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan elastisitas pembuluh darah arteri Anda juga menurun. Ketika kemampuan tersebut semakin berkurang makan akan menimbulkan kekakuan dan akhirnya mengakibatkan tekanan darah tinggi. Sedangkan, tekanan darah tinggi adalah faktor risiko dari kardiomegali. [*]

Komentar

Berita Lengkap Lainya