oleh

Komnas PA Ungkap 93,7 Persen Siswi SMP dan SMA di Kota ini Sudah ‘DICOBLOS’ croOOT

Komnas PA Ungkap 93,7 Persen Siswi SMP dan SMA di Depok Sudah ‘Dicoblos’

DEPOK-JABAR, HastagNet – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengungkapkan hasil survei yang dilakukan sejak lima tahun lalu bahwa sebanyak 93,7 persen siswi SMP dan SMA di Kota Depok mengaku sudah tidak p3rawan. Hal itu diungkapkan terkait pernyataan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nur Azizah Tamhid yang menyatakan, 70 persen siswi SMP di Kota Depok sudah tidak p3rawan.

“Kami sudah umumkan survei lima tahun lalu bahwa sebanyak 93,7 persen siswi SMP dan SMA di Kota Depok mengaku sudah tidak p3rawan. Jadi apa yang diungkapkan Bu Nur Azizah itu mendekati kebenaran,” ujar Ketua Komnas PA, Ariet Merdeka Sirait dengan sejumlah wartawan di Kota Depok, Rabu (23/12).

Menurut Arist, dari angka 93,7 persen tersebut, sebanyak 61,2 persen di antaranya mengaku memilih ab*rsi atau menggu9urkan k4ndungan. “Survei di beberapa wilayah dengan sampling sekira 4.700 siswi SMP dan SMA. Jadi jika diturunkan persentase itu atau yang dilansir di Kota Depok itu dibenarkan dengan angka itu,” tegasnya.

Dia mengutarakan, angka persentase yang dikatakan Nur Azizah yakni 70 peren itu mirip dengan data Komnas PA. “Hanya memang jumlah samplingnya berbeda. Dari data kami, bahkan 97 persen lebih itu mengaku pernah nonton p*rn0grafi. Jadi perilaku s3ks remaja di Kota Depok itu sesuai angka-angka itu. Makanya perlu diantisipasi. Hasil survei tersebut sangat miris dan mengerikan bagi masa depan anak,” jelas Arist.

Untuk itu, lanjut Arist, pihaknya selalu mengkritik klaim Kota Depok sebagai Kota Layak Anak dengan beragam penghargaan yang diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. “Faktanya Kota Depok tidak layak anak, tapi selalu dibantah. Apalah gunanya mengatakan, Depok Kota Layak Anak, Kota Ramah Anak dan sebagainya tapi perilaku penyimpangan s3ks anak dan korban kek3rasan anak masih banyak terjadi,” tuturnya.

Arist menegaskan, dengan temuan tersebut, maka kasus kek3rasan terhadap anak di Kota Depok bukan lagi pada level darurat namun sudah masuk kategori abnormal.

“Kami berharap Pemkot Depok bersungguh-sungguh mengurus dan memperhatikan masa depan anak-anak, jangan hanya mengejar penghargaan saja. Jangan ada lagi kek3rasan terhadap anak, jangan ada lagi anak-anak jadi pengemis dan anak jalanan. Cegah perg4ulan s3ks bebas di kalangan anak-anak,” harapnya.

Diutarakan Arist, langkah yang harus segera dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan yang berakar pada kebutuhan masyarakat. “Penyuluhan dilakukan di pendidikan, lingkungan sekolah dan melalui sarana teknologi. Tak ketinggalan pentingnya peran orang tua dan keluarga terdekat,” ucapnya.

Menarik Dibaca!  LUCU!!" Beda Pernyataan Kapolda Metro dengan Rekonstruksi Laskar FPI, Mulai dari TKP hingga Proses Tewas

Komentar

Berita Lengkap Lainya