oleh

Kalian Jadi Selingkuhan? ini 5 Metode buat Move On

HastagNet – Ketika jatuh cinta pada seseorang, tentu nggak akan terlintas dipikiran kamu untuk menjadi yang kedua atau selingkuhannya. Namun, ternyata, kenyataannya kamu berada dalam posisi itu, didekati oleh pria/wanita yang sudah berpasangan tetapi mereka ingin menjalin hubungan asmara dengan kamu.

Sulit sekali apabila terjebak dalam keadaan ini. Di satu sisi, kamu nggak bisa berbohong kalau hati mencintainya. Namun di sisi lain, kamu nggak ingin menjadi yang kedua, cadangan, atau selingkuhan. Terkadang ada perasaan ingin melanjutkan hubungan ini, Namun konsekuensi yang diterima ternyata cukuplah berat. Akhirnya, putus adalah pilihan terbaik yang harus diambil.

Setelah putus darinya, kamu akan merasa sedih dan kehilangan. Meskipun kamu tahu ini untuk kebaikan masing-masing—dan juga pasangannya—hati tetaplah merasa hancur dan susah untuk move on. Kalau sudah begini, lakukanlah beberap tips di bawah ini agar move on lebih mudah dilakukan.

Menjauh Darinya

Tetap berada di dekatnya atau masih melakukan komunikasi yang intens dengannya akan membuatmu susah move on, bahkan sulit untuk melepasnya. Oleh karena itu, menjauhlah darinya agar kamu dapat terlepas dari jeratannya. Jangan lupa untuk meyakinkan hati dan membulatkan niat untuk meninggalkannya. Sebab, kekuatan niat dibutuhkan agar proses move on lebih mudah dijalani.

Psikolog Sarah mengatakan, “Untuk memudahkan proses move on, jauhkan dirimu dari aktivitas yang menambah kemungkinan untuk bertemu dengannya.”

Yakinlah Kamu Bisa Bahagia Setelah Lepas dari Dirinya

Menjadi yang kedua? Pikirkan lagi, apakah kamu dapat bertahan sebagai prioritasnya pada nomor yang kesekian? Apakah diri ini akan bahagia dengan waktunya yang terbatas untuk kamu? Apakah kamu dapat menahan perasaan sedih ketika mengetahui ia sedang bermesraan dengan pasangannya yang pertama? Jika jawabannya adalah nggak, jika jawabannya adalah kamu nggak bahagia menerima status menjadi selingkuhan, yakinlah kalau kamu dapat lebih bahagia jika melepaskan diri dari hubungan gelap ini. kamu berhak untuk bahagia dan menerima pasangan yang mau menjadikanmu sebagai yang pertama di hatinya.

Pikirkan Perasaan Pasangannya

Posisikan dirimu sebagai pasangan dari pria/wanita yang menjadikanmu selingkuhan. Apakah kamu senang mengetahui kekasihmu berselingkuh? Apakah kamu tetap merasa baik-baik saja mengetahui kekasihmu membagi cintanya untuk orang lain? Apa kamu bisa nggak marah pada orang yang menjadi selingkuhan kekasihmu? Kalau kamu merasa sakit hati dan sedih saat membayangkannya, segeralah melepaskan diri dari status yang kedua ini. Jadikan pikiranmu tadi sebagai motivasi untuk meninggalkannya.

Jangan Tergoda dengan Alasan yang Ia Ucapkan

Ketika kamu berniat untuk memutuskannya, dia akan berusaha untuk menghubungimu untuk bisa mendapatkan hatimu lagi. Sesekali kita mungkin akan merasa luluh membaca atau mendengar kata-kata manis yang ia ucapkan, atau janjinya untuk dapat mencintai kita dengan layak dan tulus. Namun, sadarlah, ia hanya ingin mengambil simpatimu agar kamu dapat kembali pada pelukannya. Kalau pun ia menjanjikan untuk menjadikanmu sebagai yang pertama, jangan langsung memercayainya. Bisa saja ia hanya bermanis-manis agar kamu dapat mencintainya lagi seperti dahulu.

Untuk Kebaikan Orang Tua

Apabila kamu menjadi selingkuhan dari seorang yang sudah berumah tangga, pikirkan pula kebahagiaan orang tua kamu. Apakah mereka senang mengetahui anaknya menjalin hubungan dengan seseoran yang sudah beristri/bersuami? Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya hidup bahagia bersama orang yang dapat mencintainya dengan tulus, bukan sebagai selingkuhan. Jadi, move on-lah darinya. dia bukanlah pasanganya yang dapat mencintaimu dengan tulus. sebab dia bisa membagi cintanya dengan orang lain.

Pria/wanita yang tulus mencintaimu, nggak akan mungkin menjadikan kamu sebagai selingkuhan. Lagipula, dia sudah dapat membagi cintanya pada dua orang, bukan nggak mungkin ia dapat membaginya pada orang lain saat menjadikanmu kekasih yang pertama. Jadi, move on-lah. [*]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed