oleh

Eksistensi Alien Dalam Pandangan Agama-Agama Besar

Eksistensi Alien Dalam Pandangan Agama-Agama Besar, alien nation
HastagNet – Sebuah buku yang ditulis oleh David A.Weintraub, profesor astronomi di Vanderbilt University, AS, mencoba menggambarkan apa yang dikatakan oleh agama-agama besar di dunia tentang kehidupan asing di luar Bumi.
“Ketika saya melakukan riset kepustakaan, saya menemukan setengah lusin buku dan mereka semua menuliskan pertanyaan tentang kehidupan di luar Bumi dan itu dari penganut agama Kristen, dan kebanyakan dari Katolik Roma, jadi saya memutuskan untuk melihat lebih luas ke agama-agama lainnya,” kata Weintraub.
Buku “Religions and Extraterresterial Life” karangan prof. Weintraub, mencoba menjelaskan apa yang para pemimpin agama dan teolog katakan tentang kehidupan di luar Bumi dari dua lusin lebih agama besar, termasuk Yudaisme, Katolik Roma, gereja-gereja Ortodoks Timur, Gereja Inggris dan Komuni Anglikan, beberapa arus utama sekte Protestan, Southern Baptist Convention dan denominasi Kristen evangelis dan fundamentalis lainnya, Religious Society of Friend (Quaker), Advent Hari Ketujuh, dan Saksi-Saksi Yehuwa, the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saint (Mormon), Islam dan beberapa Agama besar di Asia termasuk Hindu, Buddha, dan Baha’i.
“Sangat sedikit di antara kita yang menghabiskan banyak waktu untuk berpikir keras tentang pengetahuan yang sebenarnya tentang kehidupan di luar Bumi, baik virus atau makhluk bersel tunggal atau makhluk berkaki dua penjelajah intergalaksi, yang mungkin membawa arti bagi keyakinan pribadi dan hubungan kita dengan sang Maha Pencipta,” tulis Weintraub dalam bukunya.

Eksistensi Alien Dalam Pandangan Agama-Agama Besar, prof david a. weintraub
Prof. David A.Weintraub

Satu Juta Eksoplanet
Para astronom terkini mengalami kemajuan yang luar biasa dalam mendeteksi keberadaan Eksoplanet dan memberikan pandangan baru tentang masalah kehidupan di luar Bumi dengan kemungkinan yang semakin besar.
Pada tahun 2000, para astronom mendeteksi 50 planet yang mengorbit bintang lain di galaksi kita. Tahun 2013, jumlahnya sudah berkembang menjadi lebih dari 1.000. Jika tingkat penemuan terus naik dengan kecepatan saat ini, para astronom akan dapat mengidentifikasi lebih dari satu juta Eksoplanets pada tahun 2045!.
“Jika bahkan hanya ada satu planet Ekstrasolar yang menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas biologis dan tanda-tanda itu seharusnya tidak sulit terdeteksi, jika ada makhluk hidup lain yang hadir di luar Bumi, maka kita akan tahu Bumi bukanlah satu-satunya tempat di alam semesta di mana terdapat kehidupan,” Weintraub menunjukkan.
“Meskipun tidak mungkin untuk berasumsi negatif, jika belum menemukan tanda-tanda kehidupan setelah satu juta Eksoplanets dipelajari, maka kita akan tahu bahwa kehidupan lain di alam semesta, dalam terkaan terbaiknya, adalah sangat langka.”
Agama-agama Dunia
Polling opini publik menunjukkan bahwa sekitar seperlima dari sepertiga orang Amerika percaya bahwa makhluk luar angkasa itu ada. Namun hal ini bervariasi dengan afiliasi keagamaan.
  1. 55 persen dari Atheis.
  2. 44 persen dari Muslim.
  3. 37 persen dari Yahudi.
  4. 36 persen dari Hindu.
  5. 32 persen dari Kristen.
Pada orang-orang Kristen, umumya lebih dari sepertiganya mempercayai kehidupan di luar Bumi, denag persentase: Ortodoks Timur (41 persen), Katolik Roma (37 persen), Methodis (37 persen), Lutheran (35 persen), dan hanya Kristen Baptis (29 persen) berada di bawah ambang batas sepertiga.
Agama-agama Asia umumnya memiliki keyakinan yang cukup besar dalam menerima gagasan kehidupan di luar Bumi, Weintraub menyimpulkan. Beberapa pemuka Hindu telah berspekulasi bahwa manusia dapat bereinkarnasi sebagai alien dan sebaliknya, sementara kosmologi Buddhis mencakup ribuan dunia di alam semesta.
Weintraub kemudian mengutip ayat-ayat al-Qur’an yang muncul untuk mendukung gagasan bahwa ada makhluk spiritual yang menghuni planet lain, namun Weintraub juga mencatat bahwa makhluk-makluk asing ini mungkin tidak menerapkan Islam seperti yang dipraktekkan di Bumi.
“Islam, seperti agama lain, memiliki tradisi fundamentalis dan konservatif. Semua Muslim, bagaimanapun, mungkin akan setuju bahwa ajaran-ajaran dalam Islam adalah seperangkat praktek keagamaan yang dirancang hanya untuk manusia di Bumi,” tulis Weintraub.
Weintraub menemukan fakta bahwa sangat sedikit dalam kitab suci Yahudi atau tulisan para rabi yang menggugat kehidupan luar Bumi. Beberapa komentar Talmud dan Kabbalah pada subjek tersebut bahkan menegaskan bahwa ruang angkasa adalah tak terbatas dan berisi sejumlah potensi tak terbatas adanya dunia-dunia selain dunia manusia. Tidak ada yang menyangkal keberadaan kehidupan di luar Bumi.
Sebaliknya, orang-orang Yahudi tidak percaya bahwa penemuan kecerdasan luar Bumi akan banyak berpengaruh pada mereka. Weintraub mengutip komentar seorang antropolog Yahudi yang telah membahas masalah ini dan menyimpulkan bahwa hubungan antara orang-orang Yahudi dan Tuhan tidak akan terpengaruh sedikit pun oleh “keberadaan bentuk kehidupan lain, realitas ilmiah yang baru ditemukan atau perubahan perilaku keseluruhan manusia.”

Eksistensi Alien Dalam Pandangan Agama-Agama Besar, religion and extra terresterial life book
Religions and Extraterrestrial  Life Book

Extra Terrestrial dan Keselamatan
Di kalangan penganut agama Kristen, agama Katolik Roma adalah yang paling intens berpikir tentang kemungkinan kehidupan di dunia lain. Bahkan mereka melakukan perdebatan teologis yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
Inti dari perdebatan ini adalah masalah dosa asal. Jika alien bukan merupakan keturunan dari Adam dan Hawa, apakah mereka juga menanggung dosa asal?. Apakah mereka juga harus diselamatkan?. Jika mereka melakukan itu, mungkinkah Kristus mengunjungi mereka setelah disalibkan dan dibangkitkan di planet lain?.
“Dari perspektif Katolik Roma, jika kehidupan makhluk luar angkasa hidup itu ada, mungkin tidak semua spesies tersebut menanggung dosa asal dan memerlukan penebusan,” tulis Weintraub lebih lanjut.
Keragaman melekat pada kaum Protestan, di mana individu-individu didorong untuk menafsirkan kitab suci secara mandiri, yang telah menyebabkan banyak pendekatan yang bertentangan tentang pertanyaan adanya kecerdasan luar Bumi, meskipun tidak sedikit pula yang mendukung. Weintraub menetapkan bahwa pandangan teolog Lutheran, Paul Tillich, dapat mewakili konsensus umum kaum Protestan.
Tillich berpendapat bahwa kebutuhan akan keselamatan adalah universal dan “Kekuasaan Penyelamatan” Allah pasti ada di mana-mana. Pada saat yang sama, ia menyatakan bahwa rencana Allah bagi kehidupan manusia tidak perlu sama dengan rencana-Nya untuk alien. Kristen Evangelis dan kaum fundamentalis Kristen lainnya, mungkin yang paling kesulitan menerima gagasan penemuan kehidupan di luar Bumi. Kebanyakan pemimpin Kristen Evangelis dan fundamentalis berpendapat bahwa Alkitab tegas menyatakan bahwa kehidupan di luar Bumi tidak ada.
Eksistensi Alien Dalam Pandangan Agama-Agama Besar, no alien
No Alien

Dari perspektif ini, Kaum Evangelis dan fundamentalis menyakini bahwa satu-satunya makhluk hidup yang menyembah-Nya di seluruh alam semesta adalah manusia, yang diciptakan oleh Allah untuk hidup di Bumi.
Tetapi tidak semua penganut Kristen Evangelis berpendapat begitu, dimana-mana selalu ada pengecualian. Penginjil Southern Baptist, Billy Graham, adalah contoh pengecualian terkemuka yang menyatakan bahwa ia sangat percaya “ada makhluk cerdas seperti kami jauh di ruang angkasa yang menyembah Allah.”
Weintraub juga mengidentifikasi dua agama sempalan Kristen lainnya yaitu Mormon dan Advent Hari Ketujuh, yang ajarannya mencakup teologi makhluk luar angkasa. Dalam Mormonisme, Allah membantu meninggikan jiwa yang lebih rendah sehingga mereka dapat mencapai keabadian dan hidup sebagai dewa di dunia lain.
Dan, Ellen White, yang ikut mendirikan Gereja Advent Hari Ketujuh, menulis bahwa Allah telah memberinya pandangan religius tentang dunia lain dimana terdapat orang-orang “yang memiliki kehidupan yang mulia, megah, dan indah” karena mereka hidup dalam ketaatan yang ketat terhadap perintah-perintah Allah. (futurity.org/tvsx)

Komentar

Berita Lengkap Lainya