oleh

Cerita Angker Jurang Tangis di Jalan Eksotis Rimba Baluran Situbondo-Banyuwangi

Bila pernah ke arah Bali lewat jalan darat, otolovers akan melalui dua jalan. Yaitu, jalan rimba Baluran (Situbondo-Banyuwangi) serta Gunung Gumitir (Jember-Banyuwangi).

Ke-2 jalan itu saling melalui rimba. Tetapi, rimba di Gumitir tidak selama jalan yang menyambungkan Situbondo serta Banyuwangi.

Rimba Baluran yang dikenal juga jadi Africa van Java ini populer akan keeksotisannya. Namun, dibalik seksinya panorama rimba Baluran ada spot yang membuat masyarakat seputar juga tidak cukup berani mendekat.

Ialah Jurang Tangis, yang konon dahulunya ialah saluran sungai yang bersumber ke Selat Bali. Beberapa cerita mengerikan bertumbuh di golongan warga mengenai Jurang Tangis ini.

Konon, di seputar jurang dengan kedalaman 18 mtr. itu seringkali terdengar suara wanita menangis. Hingga spot itu diketahui dengan Jurang Tangis.

Isu yang bertumbuh di warga, suara tangisan itu datang dari cerita waktu dulu. Seorang gadis yang menanti kekasihnya hadir serta malah didorong masuk jurang oleh kekasihnya tersebut.

Hingga kepala si gadis itu pecah sebab terbentur batu. Gadis itu meninggal saat itu juga serta arwahnya disebut menempati Jurang Tangis. Seringkali figurnya juga ada di pinggir jalan serta didakwa jadi pemicu kecelakaan di jalan rimba baluran yang diketahui jadi jalan tengkorak.

Tidak berhenti disana, keangkeran Jurang Tangis di jalan Situbondo-Banyuwangi ini diperburuk dengan narasi pembuangan mayat G30S/PKI. Jurang Tangis jadi tempat pembuangan mayat yang dirumorkan sejumlah beberapa ribu.

Tidak hanya pembuangan mayat G30s/PKI, Jurang Tangis dikatakan sebagai tempat pembuangan mayat operasi Petrus, yang mana sasarannya ialah penjahat.

Munculnya makhluk halus di jalan selama 24 km itu diimbangi dengan isu aroma busuk mayat. Konon, siapa saja yang mencium aroma itu karenanya adalah sinyal jika akan ada bencana yang menerpa dianya.

Berani melalui jalan ini ?

Komentar