oleh

Cara Membuat Planned Budgeting

finansial, keuangan

Hastag.net Kata siapa dalam rumah tangga itu ga perlu membuat rancangan anggaran? Malah penting banget. Setiap kali saya ingin membeli sesuatu pasti membuat anggaran dulu. Gamaulah keuangan rumah tangga jadi berantakan, maka dari itu saya buat rencana anggaran, kebutuhan apa saja buat bulan depan. Sebulan sekali angaran yang saya buat pasti berbeda, karena kebutuhan anak-anak pasti berbeda juga. Kadang suka ada yang bilang begini sama saya “semua urusan belanja dapur aja, ngapain kudu ribet dibikin anggarannya, udah datang ke supermarket tetep aja kalap mata”.
Ga begitu juga, karena setiap orang itu pasti berbeda pemikiran, beda keinginan maupun kebutuhannya. Saya sendiri termasuk yang tidak mau asal belanja, tanpa dituliskan anggarannya. Setiap bulan saya hanya 1 kali ke Supermarket untuk belanja kebutuhan bulanan. Saya anggarankan sejumlah uang untuk belanja kebutuhan belanja, dan itu harus sesuai, ga boleh sampai lebih, biar ga tekor untuk anggaran lainnya haha. Kalau sampai ada sisa malah happy saya tuh, biar bisa ditabung atau masuk celengan.
Membuat anggaran sulit ga sih?

Kalau buat saya sendiri gampang, entah kalau kata Marimar. Bener ga?
Photo by Canva
Membuat rancangan anggaran mungkin bisa jadi terdengar menyeramkan bagi sebagian orang, apalagi bagi mereka yang belum terbiasa. Padahal, ada sekian alasan mengapa merencanakan anggaran menjadi penting. Sebelumnya, sudah pada tahu belum apa itu budget sebenarnya?

Budget sebetulnya tidak lain adalah deskripsi detail dari berapa jumlah uang masuk dan keluar.
Sedangkan budget planning ini sama seperti kamu membuat rencana yang nantinya akan mempermudah untuk tahu akan dibawa kemana juga darimana kumpulan uang tersebut berasal. Bisa jadi cara ideal supaya paham benar bagaimana setiap orang bisa membelanjakan, menyimpan, sampai mengidentifikasi uang yang dimiliki.
Terus gimana caranya bikin budget planner?

Perlu banget diingat nih, cara terbaik memulai budget planner adalah pada awal periode waktu tertentu, misalnya awal minggu atau awal bulan. Kalau sayakan pilih awal bulan. Nah teman-teman bisa banget mencobanya, seperti beberapa cara sederhana berikut, seperti:
1. Catat semua pendapatan
Jika teman-teman adalah seorang karyawan perusahaan yang telah memiliki gaji tetap setiap bulannya, boleh banget tuh menuliskan total gaji yang sudah bersih. Pendapatan aktif yang sudah pasti dikurangi biaya tambahan lain semisal bunga atau pajak. Masukkan juga tambahan pendapatan yang mungkin diperoleh, contohnya uang hasil kerja sampingan, tunjangan, hasil penjualan barang secara online, imbal balik investasi, atau apapun hasil yang mendatangkan uang. Nah, jika teman-teman seorang wiraswasta, pedagang, freelancer tanpa penghasilan tetap, maka pendapatan bersih yang dituliskan setelah dikurangi biaya operasional.
2. Catat semua pengeluaran
Dari banyaknya pengeluaran, teman-teman perlu banget membagi dua antara pengeluaran tetap dengan tidak tetap. Sesuai namanya, pengeluaran tetap berarti uang yang dibayarkan secara rutin, contohnya biaya sewa, paket internet, belanja kebutuhan bulanan, atau pulsa. Sedangkan pengeluaran tidak tetap berarti uang yang akan kamu belanjakan tapi belum tentu kepastiannya, contohnya hiburan, hadiah, atau berobat ke dokter.
3. Kurangi pendapatan dengan pengeluaran
Setelah beres dengan langkah satu dan dua, teman-teman dapat mulai membuat rancangan anggaran dengan cara mengurangi total pemasukan dengan total pengeluaran. Hasil ini yang akan menentukan rencana anggaran. Apabila hasilnya masih negatif berarti ada yang salah dengan cara menyusun anggaran. Tentu saja perlu memperbaikinya karena tidak mungkin defisit terus-menerus. Bener ga? Apabila hasilnya sudah positif, maka perencanaan sudah bagus, dan sekarang tinggal usaha merealisasikannya.
Photo by Canva
Barangkali awalnya terasa sulit untuk mengikuti rencana anggaran yang telah dibuat tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, teman-teman akan senantiasa belajar lebih baik lagi. Untungnya, kini sudah masuk era digital, sehingga teman-teman bisa dimanjakan dengan adanya berbagai aplikasi untuk merencanakan keuangan. Paling sederhana yang selalu saya buat adalah dengan menggunakan Excel, jadi tidak perlu lagi bermodal pulpen dan kertas. Lagian di handphone juga bisa memasukkan excel, jadi mudahkan, kalau memang gamau download aplikasi.
Ada beberapa hal yang perlu dihindari, seperti:
  1. Tidak berpikir jangka panjang. Sudah bagus kok, teman-teman membuat rencana setiap bulannya, tetapi teman-teman juga perlu memikirkan dalam beberapa tahun ke depan.
  2. Tidak realistis sampai malah akhirnya tidak jadi menabung.
  3. Melupakan hal-hal kecil sehingga perhitungan mungkin tidak akurat.
  4. Tidak melakukan pembaruan ataupun melakukan evaluasi. Dengan adanya inflasi, boleh jadi harga realita lebih tinggi dari perkiraan rencana.
Membuat anggaran itu bukan tentang membatasi kesenangan dalam hidup, tetapi justru membuka peluang untuk bersenang-senang lebih banyak. Kalau semua dianggarakan dengan sebaik mungkin, justru banyak sekali benefit yang akan didapatkan. 

Sudahkah teman-teman membuat planned budgeting? (*)

Komentar

Berita Lengkap Lainya